Friday, 28 October 2016

Usaha Peternakan dan jenis-jenisnya


Usaha peternakan di Indonesia masih banyak yang ditempatkan sebagai mata pencaharian sambilan di samping bertani. Hampir setiap petani memiliki ternak unggas, kambing, dan sapi, yang diusahakan secara kecil-kecilan. Bahkan penduduk kota banyak yang bermata pencaharian dengan cara beternak sebagai usaha tambahan.
Jenis ternak yang diusahakan oleh penduduk terdiri dari:
a.    Ternak Besar
Hewan-hewan ternak yang diusahakan dalam Ternak Besar, yaitusapi, kerbau dan kuda
1)    Sapi
Sapi termasuk jenis hewan ternak yang banyak diupayakan di Indonesia. Awalnya, sapi dimanfaatkan tenaganya, akan tetapi, sekarang lebih banyak dimanfaatkan untuk memperoleh daging dan susunya. Jenis sapi yang dijadikan hewan ternak di Indonesia, antara lain:
a)    Sapi Bali yaitu sapi dari hasil perkawinan jenis banteng liar yang sudah dijinakkan. Banyak diternakkan di Pulau Bali dan dimanfaatkan untuk sumber tenaga dan diambil dagingnya;
b)    Sapi Madura, yaitu sapi yang berasal dari perkawinan sapi dari India (zebu) dengan banteng. Sapi jenis ini pertama kali diternakkan di Pulau Madura, Tetapi sekarang telah tersebar ke Pulau Jawa dan seluruh pelosok daerah di Indonesia.
c)    Sapi Ongole, berasal dari India termasuk golongan zebu. Sapi Ongole banyak diternakkan di Pulau Sumba;
d)    Sapi Perah, diternakkan untuk diambil susunya. Bibit sapi perah unggul banyak didatangkan dari Australia dan Belanda.

Usaha peternakan umumnya banyak diusahakan di daerah-daerah pinggiran kota dan dilakukan secara intensif, yaitu dipelihara dalam kandang, seperti di Lembang (Jawa Barat), Pangalengan (Jawa Barat), Batu (Malang), Grati (Jawa Timur), dan Boyolali (Jawa Tengah).
Penyebaran peternakan sapi di Indonesia terutama terdapat di Sumatera, Jawa, Ball, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur. Peternakan sapi yang dijumpai di Jawa dan Bali diusahakan secara intensif karena tidak memiliki padang penggembalaan yang luas. Sementara di Nusa Tenggara Timur peternakan diusahakan secara ekstensif, dimana temak dilepas begin’ saja di padang-padang penggembalaan yang luas.
2)     Kerbau
Kerbau diternakan dengat Tujuan utama untuk dimanfaatkan dagingnya atau tenaganya. Tenaga kerbau lebih kuat dari sapi. Kerbau merupakan binatang asli Indonesia. Kerbau sangat sesuai diternakkan di daerah yang berawa-rawa karena suka berkubang. dan tidak tahan terhadap panas. Ternak kerbau banyak ditemukan tersebar di daerah Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,
3)     Kuda
Usaha ternak kuda di Indonesia banyak terdapat di Flores, Sumba, dan Timor. Di kawasan ini banyak penduduk yang mata pencahaiiannya betemak kuda. Di Pulau Jawa dan Sumatera, kuda terutama dimanfaatkan untuk menarik pedati dan alat transportasi di daerah-daerah terpencil.
Kuda yang diternakkan di Indonesia didatangkan dari Arab Saudi, Mongolia, dan Persia. Dari perkawinan silang kuda-kuda tersebut, diperoleh jenis kuda baru, seperti Kuda Sandel di Sumbawa, Kuda Jawa, dan Kuda Batak di Sumatera Utara.

b.     Temak Kecil
Hewan ternak yang diusahakan dalam usaha Ternak kecil di Indonesia terutama kambing, domba, dan babi. Peternakan kambtng hampir tersebar di seluruh pelosok tanah air, yang diusahakan secara kecil-kecilan dengan tujuan memperoleh dagingnya. Populasi kambing yang terbesar terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu sekitar 70% dari jumlah kambing yang terdapat di Indonesia. Untuk meningkatkan mutu ternak kambing, pemerintah mendatangkan bibit kambing Etawa dari Benggala (India).
Usaha temak domba, sama halnya seperti kambing, juga bertujuan untuk memperoleh dagingnya. Selain untuk diambil dagingnya, temak domba juga diambil bulunya (wool). Namun demikian, domba jenis ini kurang sesuai dengan iklim di Indonesia yang beriklim tropis (panas). Oleh karena itu Bulu domba yang diternakkan di Indonesia tidak setebal buiu domba yang diternakkan di daerah-daerah yang beriklim sedang.
Populasi domba jauh lebih sedikit dibandmgkan dengan populasi kambing. Populasi domba yang terbesar terdapat di Jawa Barat, yaitu hampir 65% dari jumlah domba yang terdapat di Indonesia terdapat di daerah itu. Jenis domba yang banyak diternakkan umumnya domba lokal yang badannya kecil dan domba priangan yang badannya lebih besar.
Peternakan babi terutama dijumpai di daerah-daerah yang penduduknya non muslim. Konsumsi hasil ternak babi di dalam negeri sangat sedikit. Sebagian besar hasilnya diekspor ke Singapura dan Hongkong. Populasi babi terdapat di Tapanuli Utara dan Nias (Sumatera Utara), Sulawesi Utara, Bali, Lornbok Barat dan Papua.

c.     Ternak Unggas
Jenis hewan ternak dalam usaha ternak unggas yang banyak diternakkan yaitu ayam dan itik, sedangkan ternak burung puyuh masih belum memasyarakat. Ternak ayam merupakan ternak keluarga. Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan, memelihara ayam secara kecil-kecilan. Jenis ayam yang dipelihara umumnya ayam kampung atau ayam bukan ras (buras) karena pemeliharaannya lebih mudah. Di pinggiran perkotaan telah banyak diternakkan ayam ras baik secara kecil-kecilan oleh keluarga maupun secara besar-besaran oleh perusahaan yang memiliki modal besar dengan tujuan komersial. Ribuan telur dan daging ayam dapat mereka produksi setiap hari untuk dipasarkan di dalam negeri maupun untuk diekspor.
Jenis ayam ternak yang diternakan di Indonesia terdiri dari ayam pedaging dan ayam petelur.
Populasi ternak ink jauh lebih sedikit dibandmgkan dengan ayam. Karena dalam betemak itik membutuhkan air. Peternakan itik banyak terdapat di daerah-daerah pedesaan yang memiliki lahan persawahan, daerah yang berpayau-payau, atau daerah yang dilenkapi dengan fasilitas saluran air.

No comments:

Post a Comment