Friday, 28 October 2016
Usaha Perikanan
Usaha di bidang perikanan adalah salah satu lapangan kerja yang cukup menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, usaha perikanan telah mampu meningkatkan konsumsi ikan per kapita penduduk Indonesia dari 18,54 kg pada tahun 1994 menjadi 21,69 kg pada tahun 2002 yang lalu. Ekspor ikan menjadi salah satu sumber devisa yang cukup besar bagi negara kita. Usaha di bidang perikanan, selain memberikan manfaat yang sangat besar secara ekonomi, ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif jika pengelolaannya tidak dilakukan secara baik, misalnya penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, racun, dan pukat harimau dapat menyebabkan populasi ikan semakin berkurang.
Kerusakan hutan bakau karena dimanfaatkan untuk tambak di tepi pantai dapat mengganggu habitat ikan. Karena itu, usaha perikanan harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.
Untuk kebutuhan akan ikan saat ini, Indonesia masih dapat meningkatkan produksi ikan karena laut Indonesia cukup luas dan kaya akan ikan. Di samping itu, perikanan air tawar pun masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.. Usaha di bidang perikanan terdiri dan: perikanan darat dan perikanan laut.
a. Perikanan Darat
Perikanan darat dibedakan menjadi perikanan air payau dan perikanan air tawar. Perikanan air payau diusahakan di tepi-tepi pantai yang datar dalam bentuk tambak-tambak (empang) ikan. Air yang digunakan untuk tambak adalah air payau karena airnya merupakan campuran air laut dan air tawar. Perikanan air payau terutama bertujuan membudidayaan udang dan ikan bandeng. Daerah perikanan air payau terutama dijurnpai di pantai utara Pulau Jawa, pantai Timur Aceh, Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.
Hasil Perikanan yang diperoleh dari usaha tambak di Indonesia hingga saat ini masih terbilang rendah, yaitu sekitar 500 kg per hektare. Coba dibandingkan dengan Taiwan yang menurut berita hasil perikanan tambaknnya : mencapai 2000-3000 kg per hektare. Untuk meningkatkan produksi tambak, telah banyak diupayakan secara intensifikasi dengan menggunakan teknologi perikanan modern.
Perikanan air tawar terdiri dari usaha perikanan di sawah, kolam, rawa, sungai, dan danau. Hal yang menguntungkan bagi perikanan air tawar di Indonesia adalah curah hujan yang cukup timggi. Perikanan air tawar memiliki peranan yang penting untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani, terutama di daerah-daerah pedalaman yang letaknya jauh dari laut. Konsumsi ikan, khususnya ikan segar, banyak dihasilkan dari perikanan air tawar. Jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, antara lain ikan mas, nila, lele lokal dan lele dumbo, belut, tawes, gurami, dan gabus.
Pada sawah-sawah yang sistem irigasinya baik, seringkali dilakukan pemeliharaan ikan bersama-sama dengan padi. Usaha seperti itu dinamkan mina padi (mina - ikan). Jenis ikan yang dipelihara terutama ikan yang dapat cepat dipanen hasilnya, seperti ikan emas dan nila. Bibit ikan biasanya disebarkan bersamaan dengan penanaman padi. Keuntungan dan cara mina ini bagi petard adalah menjadikan lahan pertanian agar memiliki produktivitas yang tinggi,
b. Perikanan Laut
Laut yang luas merupakan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya. Sekitar 3/4 wilayah Indonesia terdiri dari laut. Salah satu dari kekayaan laut adalah ikan. Ribuan jenis ikan yang terdapat di laut dapat dimanfaatkan. Sclain itu, ratusan ribu nelayan sctiap hari turun ke laut untuk menangkap ikan sebagai sumber utama kehidupan mercka. Kegjatan itu tclah dilakukannya secant turun temurun. Kekayaan laut yang melimpah merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang patut kita syukuri. Kekayaan laut yang melimpah tersebut sering pula menjadi incaran nelayan-nelayan asing yang datang mencuri hasil laut Mereka tidak saja mencuri di laut zona ekonomi eksklusif (ZEE), melainkan juga sampai pada perairan yang dekat dengan pantai. Sudan menjadi tugas masyarakat semua sebagai bangsa Indonesia untuk melindungi kekayaan laut yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
Gambar 8.2 Peta persebaran ikan laut di Indonesia
Keterangan: (1) Cakalang (2) Kembung (3) Sardensis (4) Ten (5) Ekor kuning (6) Tuna
Wilayah-wilayah perikanan laut di Indonesia antara lain perairan laut bagian barat, seperti Laut Jawa, Selat Malaka, Selat Karimata, Selat Sunda, dan Selat Bali. Sekarang telah berkembang sampai ke perairan Indonesia bagian Tengah dan Timur karena potensi perikanan laut di kedua daerah ini pun cukup besar, terutama ikan cakalang dan ikan tuna.
Persebaran ikan di laut secara keseluruhan tidak merata, baik jenis maupun jumlahnya. Ada jenis ikan pada laut tertentu yang jumlahnya lebih besar, sementara di laut yang lain jumlahnya lebih sedikit. Penyebaran ikan tuna di Indonesia, terutama di temukan di laut-laut sebelah Selatan Pulau Jawa, sebelah Barat Sumatera, Laut Banda di perairan Maluku, dan sebelah Utara Provinsi Papua. Penyebaran ikan cakalang berkisar di perairan Laut Maluku. dan Laut Flores, sedangkan penyebaran ikan sardensis banyak ditemukan di Laut Jawa. Demikian pula penangkapan udang di perairan dekat pantai mempunyai wilayah-wilayah penyebaran tertentu.
Untuk meningkatkan penangkapan ikan, dibangun pelabubao-pelabuhan ikan yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain terdapat di Lampulo Banda Aceh; Belawan dan Tanjung Balai di Sumatera Utara; Sunda Kelapa di Jakarta; Bagan Siapi-siapi di Riau; Pekalongan, Cilacap, Karimunjawa di Jawa Tengah; Parigi dan Bawean di Jawa Timur; Bitung di Sulawesi Utara; Teluk Batang dan Pemangkat di Kalimantan Barat; Banjarmasin di Kalimantan Timur; Samuda di Kalimantan Tengah; Ternate dan Ambon di Maluku; Benoa di Bali; dan Sorong di Papua.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment