Friday, 28 October 2016

Pola Permukiman Penduduk


Keadaan fisis wilayah sangat mempengaruhi pola permukiman penduduk. Hal itu tergambar dari posisi letak bangunan atau rumah-rumah penduduk terhadap jalur jalan, sungai, atau garis pantai. Beberapa pola permukiman penduduk yang sering ditemukan yakni sebagai berikut.

1.     Pola Permukiman Memanjang (Linear)
Pola permukiman memanjang atau linear erat hubungannya dengan berbagai kemudahan yang diperoleh, terutama dalam hal transportasi. Agar diperoleh kemudahan dalam hal transportasi, Pembangunan rumah-rumah penduduk di sepanjang jalah raya, sepanjang rel kereta api, sepanjang sungai, atau sepanjang garis pantai. Pola permukiman memanjang terdapat di:
    a.     Tepi pantai    b.     Tepi sungai
    c.     Tepi jalan raya    d.     Tepi rel kereta api





























2.    Pola Permukiman Tersebar
Suatu pola permukiman tersebar memperlihatkan bagaimana letak permukiman yang berpencar-pencar antara permukiman yang satu dengan peimukiman yang ainnya. Penduduk banyak yang mendirikan permukiman di lahan-lahan pertanian yang mereka miliki dengan tujuan agar mendekatkan mereka dengan lahan pertanian yang dikelola.
Antara daerah permukiman yang satu dengan permukiman yang lainnya umumnya terdapat jaringan lalu lintas dengan tujuan untuk memudahkan mereka bepergian dan melakukan kegiatan dalam bidang perdagangan.
Terbentuknya pola permukiman tersebar tidak terlepas dan faktor-faktor yang bersifat geografis, faktor ekonomi, mata pencaharian, dan sistem kepemilikan tanah. Pola permukiman tersebar banyak kita temukandi daerah yang iklimnya sangat kontras, misalnya terlalau basah atau terlalu kering, dan keadaan daerahnya masih berbatu-batu. Di daerah seperti ini sumber daya alamnya sangat terbatas, sehingga tidak dapat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk dalam jumlah yang banyak. Keterbatasan sumber daya alam antara lain disebabkan kurangnya tersedianya sumber air, bahan makanan, lahan pertanian yang tandus, padang penggembalaan yang serapit, terdapat rawa-rawa (terlalu basah), dan banyak lagi hal lainnya. Pola permukiman tersebar banyak dijumpai;
a.     Perkebunan rakyat seperti perkebunan kelapa, karet, dan lain-lain
b.    Perkampungan kecil

 3.     Pola Permukiman Terpusat
Pola-pola permukiman yang terpusat banyak kita jumpai di daerah-daerah pegunungan. Letak permukiman, pasar, dan bangunan berkelompok pada tempat-tempat yang banyak tersedia sumber daya alam. Karena pola permukiman dalam keadaan berkelompok, lahan-lahan pertanian penduduk umumnya sangat jauh letaknya dari permukiman. Pemekaran permukiman mengarah ke segala jurusan sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Beberapa hal yang menguntungkan dari pola permukiman terpusat yaitu memudahkan dalam membangun fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan lain-lain karena dapat dibangun dekat permukiman penduduk untuk kemudahan penduduk setempat, Pola permukiman terpusat banyak kita temukan di:
a.      kawasan indusri      b. kawasan kota
c.     persimpanganjalan d. pelabuhan

No comments:

Post a Comment