Friday, 28 October 2016
Pengertian, Jenis-jenis, dan penggolongan Pertambangan di Indonesia
Sebagian batuan kerak bumi telah dapat dinianfaatkan untuk kehidupan manusia karena mineral yang dikandungnya. Pertambangan adalah penggalian dan pengolahan batuan untuk memanfaatkan mineral yang dikandungnya untuk kehidupan manusia.
Negara Indonesia memiliki sumber daya alam berupa hasil tambang yang melimpah. Usaha pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi bangsa dan negara kita karena dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar, menghasilkan kebutuhan penduduk, dan mendatangkan devisa. Usaha pertambangan perlu memperhatikan faktor kelestarian lingkungan, karena sering terjadi kerusakan akibat terkurasnya hasil tambang sehingga terjadi konflik yang berkepanjangan dengan masyarakat setempat.
Barang tambang dapat digolongkan menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Barang Tambang Golongan A
Barang Tambang golongan A yaitu bahan galian strategis dan penting untuk keamanan dan perekonomian negara. Misalnya minyak bumi, gas alam, batu bara, besi, bauksit, tembaga, nikel, timah, dan radioaktif.
2. Barang Tambang Golongan B
Barang Tambang Golongan B adalah bahan galian vital, yaitu bahan galian yang penting untuk hajat hidup orang banyak. Misalnya emas, perak, aspal, belerang, fosfat, mangan, seng, mika, asbes, dan lain-lain.
3. Barang Tambang Golongan C
Barang tambang Golongan C adalah bahan galian industri, yaitu bahan galian yang dapat langsung digunakan untuk bahan keperluan industri, seperti batu gamping, pasir kwarsa, manner, kaolin, gips, batu apung, dan lain-lain.
Pengusahaan barang tambang golongan A dan B dilakukan oleh pemerintah pusat atau perusahaan yang ditunjuk, sedangkan barang tambang golongan C dikelola oleh pemerintah daerah setempat atau perusahaan yang ditunjuk oleh Pemda.
Mineral yang ditambang dapat digolongkan menjadi pertambangan bijih dan penggalian mineral.
a. Pertambangan bijih
Bijih adalah batuan yang mengandung logarn. Bijih yang cukup banyak dihasilkan di Indonesia adalah:
1. timah, 4. emas dan perak,
2. nikel, 5. mangan,
3. bauksit atau bijih aluminium, 6. tembaga.
1) Timah.
Bijih timah adalah salah satu pengusahaan mineral yang tertua di Indonesia, yaitu sejak tahun 1815. Timah diusahakan di Bangka, Belitung, Singkep, Karimun, dan di lepas pantai pulau-pulau itu.
Timah sekunder adalah bijih timah yang ditambang di lepas pantai. Bijih ini telah mengalami pengartgkutan alam dari tempat terjadmya, di dalam urat-urat batuan granit, ke tempat pengendapannya sekarang.
2) Bijih nikel
Bijih nikel terdapat di dalam tanah hasil pelapukan batuan beku dalam yang basa. Penambangannya dilakukan dengan cara mengupas tanah yang mengandung bijih nikel. Pertambangan bijih nikel diusahakan di daerah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Persediaan bijih ini cukup banyak terdapat di pulau Gag, Irian Jaya.
3) Bauksit atau bijih aluminium
Sama seperti bijih nikel, bauksit merupakan hasil pelapukan. Hanya saja, bahan induknya adalah batuan malihan. Penambangannya juga dilakukan dengan mengupas tanah yang mengandung bijih itu. Bijih ini dihasilkan oleh pulau Bintan dan juga ditemukan dalam jumlah besar di Kalimantan Barat.
4) Emas dan perak
Penambangan emas dan perak dilakukan dengan menggali terowongan. Saat ini penambangan emas hanya dilakukan di Cikotok, Banten Selatan.
5) Bijih mangan
Penambangan mangan terdapat di Kulon Progo (Yogyakarta) dan Karangnunggal (Tasikmalaya Selatan). Jadi cadangan bijih ini di Indonesia sangat terbatas.
6) Bijih tembaga
Tambang bijih tembaga mulai dibuka pada tahun 1972 di pegunungan Jayawijaya, yang terletak 3.500 m di alas permukaan laut. Karena letaknya sangat terpencil, pengangkutan bijih dari tambang ke pelabuhan dilakukan dengan terlebih dahulu menghaluskannya, lalu mencampurkannya dengan air, dan mengalirkannya melalui pipa.
b. Penggalian mineral
Penggalian mineral bukan bijih dapat berupa penggalian mineral industri atau mineral sumber tenaga.
I) Penggalian mineral industri
Mineral industri ialah bahan galian yang digunakan untuk mendukung berbagai industri. Contoh: batu gamping dan lempung untuk pembuatan semen, batuan fosfat untuk bahan dasar pupuk buatan, dan belerang dan yodium untuk pembuatan obat-obatan. Bila dibandingkan dengan pertambangan bijih, modal yang digunakan untuk menggali mineral industri tidaklah begitu besar.
2) Mineral sumber tenaga
Ada tiga jenis yang tergolong dalam mineral sumber tenaga, yaitu:
a) Batubara
Ada tiga tempat penghasil batubara di Indonesia, yaitu Sawah-lunto di Sumatera Barat, Bukit Asam di Sumatera Selatan, dan Mahakam di Kalimantan Timur. Di antara ketiganya, hanya penambangan di Bukit Asam yang masih berlangsung.
Pertambangan batubara mengalami kemunduran karena batubara tidak mampu bersaing dengan minyak bumi. Sebagai contoh, kereta api yang merupakan salah satu pemakai batubara tidak lagi menggunakan lokomotif uap melainkan diesel. Saat ini usaha peningkatan produksi batubara mulai tampak karena harga minyak bumi makin mahal dan penggunaan batubara pada pembangkit listrik tenaga uap rneningkat, misalnya PLTU Suralaya di Jawa Barat dan PLTU Paiton di Jawa Timur.
b) Minyak bumi
Minyak bumi di Indonesia dihasilkan dari lapisan-lapisan sedimen tersier yang terdapat di sepanjang Sumatera bagian timur, Jawa bagian utara, Kalimantan bagian timur, Seram bagian timur, dan daerah kepala burung di Irian Jaya. Cekungan yang mengandung minyak bumi di Indonesia cukup luas, seperti ditunjukkan pada peta berikut ini.
Salah satu keunggulan minyak bumi Indonesia dibandingkan dengan minyak bumi negara lain ialah kadar belerangnya sangat rendah, Akibatnya penggunaannya menimbulkan pencemaran udara yang lebih rendah dibandingkan dengan minyak negara lain yang memiliki kadar belerang tinggi.
Minyak merupakan bahan bakar utama untuk keperluan industri dan penggerak mesin pada umumnya. Misalnya mobil, motor, pesawat terbang, dan juga pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang terdapat di berbagai kota.
Satu-satunya perusahaan minyak yang dimiliki oleh pemerintah ialah Pertamina, singkatan dari Pertambangan Minyak Nasional. Sedangkan perusahaan minyak asing diberi kesempatan berusaha berdasarkan kontrak bagi hasil dengan Pertamina.
c) Gas alam
Gas alam yang umumnya ditemukan bersama atau di dalam daerah minyak bumi, digunakan sebagai sumber tenaga dan bahan baku berbagai industri kimia. Daerah produksi gas alarn adalah Arun di Aceh dan Badak di Kalimantan Timur,
3) Sumber tenaga Lainnya
Ada tiga sumber-sumber tenaga lainnya yang akan kita bahas, yaitu:
1. air
2. panas bumi,
3. mineral radioaktif.
Air yang digunakan sebagai sumber tenaga yang sangat besar ialah air yang mengalir dalam bentuk sungai. Jika air sungai di-bendung, alirannya dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang disatukan dengan generator sehingga listrik dapat dibangkitkan. Contohnya adalah PLTA Jatiluhur, PLTA Saguling, dan PLTA Cirata yang memiliki kapasitas sangat besar, terdapat di Jawa Barat
PLTA Karangkates di Jawa Timur; PLTA Riam Kanan di Kalimantan Selatan; PLTA Sempor di Jawa Tengah; PLTA Asahan di Sumatera Utara; dan PLTA Bakaru di Sulawesi Selatan.
Karena tenaga air yang membangkitkan listrik lebih bersih daripada batu bara, orang menyebut air sebagai batu bara putih. Panas bumi juga. dapat membangkitkan tenaga listrik. Contohnya adalah PLTP Kamojang dekat Garut dan PLTP Gunung Salak dekat Sukabumi. Mineral radioaktif dimanfaatkan untuk pusat listrik tenaga nuklir (PLTN).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment