Friday, 28 October 2016

Pengertian dan Jenis-Jenis Usaha di Bidang Jasa


Yasng dimaksud dengan Jasa adalah segala kegiatan yang bersifat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di negara-negara rnaju, masyarakat yang kehidupannya tergantung kepada sektor jasa sangat banyak. Di negara kita sektor jasa sedang mengalami pertumbuhan yang pesat terbukti dengan banyaknya masyarakat yang hidupnya tergantung kepada sektor ini. Kegiatan ekonomi di sektor jasa antara lain perdagangan, perhubungan, pengangkutan dan pariwisata.

a.     Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan jual beli yang bertujuan untuk menyampaikan barang / jasa dari produsen atau penghasil kepada konsumen atau pemakai. Sejalan dengan menirtgkatnya kebutuhan hidup, maka hubungan kegiatan perdagangan terus mengalami peningkatan, Hal itu ditandai dengan berdirinya pemsahaan-perusahaan daang atau perseroan.
Terciptanya perdagangan disebabkan kebutuhan yang semakin banyak dan kompleks sehingga setiap orang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri secara langsung. Demikian pula antar negara, tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa ada ketergantungan pada negara-negara lain.
Berdasarkan ruang lingkup atau luas wilayah, perdagangan dapat diklasifikasikan menjadi perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri. Sektor perhubungan dan pengangkut-an berperanan sangat penting dalam perkembangan dan pernbangunan perkonomian suatu negara. Dengan lancarnya perhubungan dan pengangkutan, berarti dapat mempercepat interaksi antardesa, antarkota, antarwilayah, antarpulau, bahkan antarnegara.
b.     Perhubungan dan Pengangkutan
Perhubungan dan pengangkutan disamping dapat memperlancar distribusi barang dan jasa juga berperan untuk memperlancar mobilitas atau arus perpindahan penduduk, dan penyebaran informasi ke seluruh pelosok tanah air. Beberapa jenis perhubungan yang telah dilaksanakan di Indonesia antara lain yaitu perhubungan darat, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, periiubungan taut, dan perhubungan udara.

c.     Pariwisata
Sektor pariwisata tidak hanya memberikan devisa bagi negara kite, melainkan berdampak ganda terhadap sektor-sektor lain, seperti pada bidang perhotelan, transportasi, industri kerajinan, dan lapangan kerja, yang dapat memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian nasional. Untuk mendukung pengembangan dan perluasan industri kepariwisataan, dibutuhkan beberapa unsur pokok sebagai faktor pendukung, antara lain sebagai berikut
1)    Objek wisata dan atraksi wisata yang dikelola dengan baik.
2)    Perusahaan angkutan, baik angkutan darat, laut, maupun udara yang membawa wisatawan ke daerah tujuan wisata.
3)     Jasa pelayanan dari perusahaan-perusahaan jasa, seperti hotel, bar, restoran, fasilitas rekreasi, dan hiburan.
4)    Biro perjalanan wisata yang memiliki peranan penting sebagai pember informasi, pengarahan, pengumsan dokumen perjalanan, dan perencanaan perjalanan,
5)    Biro jasa yang memberikan pelayanan pramuwisata.
6)    Terdapatnya toko-toko souvenir atau cinderamata sebagai tempat wisatawan berbelanja.
7)    Jasa perusahaan pendukung, seperti kantor pos, bank, tempat penukaran uang (money changer), penjual kamera, dan film.

Agar suatu daerah dapat dieksploitasi menjadi daerah Tujuan Wisata harus memenuhi tiga persyaratan utama sebagai berikut.
1)    Memiliki objek atau atraksi yang menarik, misalnya berupa! keindahan alam, seni budaya, dan sebagainya.
2)    Memiliki akses transportasi yang lancar, sehingga objek wisata ; yang ada di daerah itu mudah dicapai,
3)    Tersedia tempat tinggal untuk sementara, baik berupa hotel, losmen, atau tempat penginapan yang lain.

No comments:

Post a Comment