Friday, 28 October 2016
Pengertian berladang dan Perladangan
Berladang merupakan cam bercocok tanarn di bidang pertanian yang paling tua dan paling sederhana. Berladang dilakukan dengan cara menebang pohon-pohon di hutan, untuk digunakan lahan bercocok tanarn. Setelah lahan dibuka dan kering, kemudian dibakar. Sisa-sisa pohon yang tidak terbakar dibersihkan, kemudian lahan di sekitarnya ditanami langsung tanpa pengolahan tanah dan pemupukan karena tanahnya sangat subur dan gembur.
Setelah lahan ditanami selama dua atau tiga tahun, kesuburan lahan mulai berkurang. Hal itu menyebabkan penduduk memutuskan untuk berpindah ke tempat lain dan kembali membuka lahan baru untuk dijadikan ladang dengan cara menebang dan membakaran hutan. Sementara itu ladang yang lama ditinggalkan akan berubah menjadi padang alang-atang.
Tanaman yang ditanam dalam usaha perladangan umumnya adalah padi gogo. Padi gogo adalah padi yang dapat ditanam pada lahan kering, kemudian jagung, ubi kayu, kacang tanah, kacang kedelai, dan lain-lain.
Mata pencaharian penduduk dengan cara berladang masih banyak dilakukan di daerah-daerah yang hutannya masih luas dan jumlah penduduknya rnasih sedikit seperti di Kalimantan, Sumatera, dan di Irian Jaya.
Usaha perladangan dengan sistem berpindah-pmdah seperti yang dijelaskan dimuka, sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Beberapa kerugian akibat usaha perladangan dengan sistem berpindah tempatantara lain:
1) tanah menjadi tandus
2) luas hutan menjadi semakin berkurang
3) mudah terjadi banjir
4) resiko untuk terjadi erosi semakin tinggi
5) sumber air semakin berkurang terutama pada musim kemarau dan
6) kehidupan margasatwa dan kelestarian tumbuhan terancam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment